Rabu, 21 Agustus 2024

Tak ada lagi duka

 

tak ada lagi duka untuk cinta yang kandas

karena duka tak lagi tersisa

habis dihisap oleh bayi-bayi yang kekurangan gizi

harga susu terlalu tinggi

rakyat yang kekurangan pangan

karena sembako menghilang

terbang ke awan

buruh-buruh kehilangan masa depan

terancam dirumahkan

anak-anak tak lagi belajar

biaya sekolah tak terbayar

 

tak ada lagi air mata untuk cinta yang gagal

karena air mata telah kering

terkuras oleh :

               ibu-ibu yang kehilangan anak

               anak-anak kehingan ayah

               istri-istri yang kehilangan suami

               anak-anak muda kehilangan kemerdekaan dan harapan

 

tak ada lagi duka untuk cinta yang patah

karena duka telah hangus

terbakar nafsu hitam

dijarah rakyat yang kegelapan

ditelan pejabat yang lapar kekuasaan

 

tak ada lagi duka

tak ada lagi air mata

untuk suatu perpisahan

karena duka dan air mata

sudah hilang di hati kita

 

                                           Tangerang, mei 1998

Tidak ada komentar: