Minggu, 18 Agustus 2024

Indonesiaku ingin kuteriakkan dengan lantang kata “merdeka”

 


Indonesiaku ingin kuteriakkan dengan lantang kata “merdeka”

namun tangan-tangan berdaki tinggal tulang menyumbat tengggorokanku

dan aku hanya mampu berbisik “merdeka”

 

Indonesiaku ingin kutulis kata “merdeka” dengan tinta tebal

di dinding-dinding setiap rumah dan hati rakyatmu

namun mata-mata sayu bocah-bocah tak bermasa depan

menahan tanganku

dan aku hanya bisa mencoret kata-kata “sudahkah merdeka?”

 

Indonesiaku ingin kukerek merah putihmu ke puncak tiang, kukibarkan di puncak-puncak gedung dan gunung

dengan sepenuh tenaga yang kumiliki

namun tangan-tangan asing yang mengeruk emas di timika, batu bara di borneo, sawit di andalas, ikan di samudera hindia, nikel di tanah Anoa, darah-darah yang tumpah di meisuji, poso, papua, safe, sampang, KM 50, kanjuruhan, ....

rakyat yang tergusur dari tanah kelahiran,

korban pembangunan untuk mengisi kemedekaan

yang mereka bilang proyek strategis nasional

untuk kesejahteraan

menguras tenagaku

dan aku hanya mampu menarik merah putihmu setengah tiang

Indonesiaku aku ingin “merdeka”

 

Tidak ada komentar: