Indonesiaku
ingin kuteriakkan dengan lantang kata “merdeka”
namun
tangan-tangan berdaki tinggal tulang menyumbat tengggorokanku
dan aku
hanya mampu berbisik “merdeka”
Indonesiaku
ingin kutulis kata “merdeka” dengan tinta tebal
di
dinding-dinding setiap rumah dan hati rakyatmu
namun
mata-mata sayu bocah-bocah tak bermasa depan
menahan
tanganku
dan aku
hanya bisa mencoret kata-kata “sudahkah merdeka?”
Indonesiaku
ingin kukerek merah putihmu ke puncak tiang, kukibarkan di puncak-puncak gedung
dan gunung
dengan
sepenuh tenaga yang kumiliki
namun
tangan-tangan asing yang mengeruk emas di timika, batu bara di borneo, sawit di
andalas, ikan di samudera hindia, nikel di tanah Anoa, darah-darah yang tumpah di meisuji, poso,
papua, safe, sampang, KM 50, kanjuruhan, ....
rakyat yang tergusur dari tanah kelahiran,
korban pembangunan untuk mengisi kemedekaan
yang mereka bilang proyek strategis nasional
untuk kesejahteraan
menguras
tenagaku
dan aku
hanya mampu menarik merah putihmu setengah tiang
Indonesiaku
aku ingin “merdeka”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar